Minggu, 21 Desember 2008

GLAM GIRLS by Nina Ardianti, Agak Bodoh

beberapa hari yang lalu saya membeli sebuah buku yang bikin saya nggak bisa berhenti membaca sebelum buku itu benar-benar habis. saya nggak bercanda. mulai dari pertama kali membuka dan membaca buku itu sambil menunggu pesanan seporsi nasi lemak di secret recipe, saya sudah merasa bahwa penulisan buku ini bagus dan menarik untuk terus diikuti.
setelah makanan tiba di meja, tentu saya terpaksa meninggalkan si buku dan makan. well, nasi lemaknya nggak terlalu enak (sekadar info, hehe...). setelah itu saya membeli beberapa potong cheesecake di secret recipe dan miki ojisan, lalu pulang. memang, sepanjang perjalanan pulang saya nggak membaca buku itu di mobil (ya mana bisa, kan?) tapi begitu tiba di rumah, saya langsung ganti baju dan mengurung diri di kamar untuk melahap buku itu. alhasil, sampai subuh saya membacanya tanpa jeda. setelah kata terakhir dari buku itu saya baca, barulah saya merelakan mata saya yang sudah hampir sekarat itu untuk tidur dan istirahat.
oke, buku itu memang sangat menarik. tapi tetap saja, sebuah karya manusia jarang ada yang bisa sempurna di mata semua orang. mungkin bagi beberapa orang, suatu karya itu merupakan masterpiece. namun belum tentu bagi insan lain yang secara sengaja maupun tak sengaja, menemukan kelemahan dan celah dalam karya tersebut. karya saya pun selalu demikian. begitu juga dengan buku yang dari tadi saya ceritakan ini. meskipun penulisannya bagus dan mengalir santai, membuat saya enjoy, tapi tetap saja ada hal-hal yang membuat saya menggeleng kecewa saat membacanya.
misalnya:
1.
cerita ini terlalu 'gossip girl'. ya saya tahu, serial itu memang luar biasa menariknya, terutama buat anak muda di seluruh dunia. blair waldorf dan serena van der woodsen sudah menjadi trend-setter dan idola tersendiri bagi banyak orang, tak peduli mereka hanya tokoh fiktif.
dan buku ini sangat mengadaptasi gossip girl, nyaris sampai seakar-akarnya. bukannya nggak boleh. kita sangat diperbolehkan menciptakan sesuatu senada dengan yang lagi 'in' agar dagangan kita dijamin laris. tapi, bukan berarti sampai orang-orang bisa menyadari proses 'peniruan' itu, kan?
latar belakang kisah di sekolah internasional memang umum. saya nggak mengecapnya sebagai bagian di mana peniruan gossip girl nampak nyata. saya lebih memperhatikan penokohannya. entah kenapa, saya merasa bahwa dua tokoh utama di sana sangat mirip dengan perwatakan blair dan serena. juga ada tokoh yang sangat seperti chuck bass, pangeran sinis di gossip girl.
singkatnya, seharusnya penulis lebih bisa menyamarkan karyanya. agar orang menilainya tetap sebagai tulisan yang menarik dan kreatif, bukannya hanya menarik saja.
2.
riset yang dilakukan penulis, saya rasa sangat kurang.
sosok anak-anak pewaris kerajaan bisnis memang akrab dengan dunia malam gemerlap dan dunia fashion. jadi kalau mau menulis tentang mereka, hendaknya kita melakukan riset mendalam tentang hal-hal sekitar MMK (Muda-Mudi Kaya) itu.
di buku ini memang sudah disebutkan beberapa merek fashion. oke lah. tapi yang membuat saya geregetan adalah... beberapa kali si penulis menyebutkan TOPMAN sebagai merek langganan si tokoh cewek keren nan kaya.
padahal...
TOPMAN itu kan merek baju khusus cowok, sih?! kok bisa-bisanya. saya memang pecinta fashion, yang masih dalam tahap wajar dan disesuaikan dengan keadaan dompet. jadi sedikit banyak, saya punya wawasan tentang merek-merek fashion yang lagi tren di indonesia, amerika, jepang, dan korea selatan.
untuk cewek, label serupa meluncurkan TOPSHOP. yang mungkin salah ditulis oleh penulisnya jadi PRO SHOP. setahu saya, PRO SHOP lebih dikenal sebagai penyedia alat-alat golf.
dan lagi, meskipun banyak merek terkenal yang bisa kita sebut mahal, lantas nggak semudah itu untuk menjodohkannya dengan si tokoh. misalnya saja, Zara dan Manolo Blahnik memang sama-sama terkenal di telinga kalangan atas jakarta. tapi apakah asyik kalau kita menggabungkannya? saya rasa kurang, ya... karena Zara dan Manolo punya kelas yang berbeda. bagaimana nggak beda? sepasang sepatu Zara kan sekitar 500ribuan, sedangkan Manolo bisa sampai 8jutaan untuk sepasang. so? lihat perbedaannya, kan?
kalau kita sudah bolak-balik beli sepatu Manolo, mungkin kaki kita bisa lecet kalau pakai keluaran Zara. itu inti pembicaraan saya. jadi kedua brand ini punya pasar yang sangat berbeda.
3.
kadang penulisan di buku ini terkesan OKB (Orang Kaya Baru) banget.
misal si tokoh kudu naik taksi ke sekolah, tapi apa perlu disebut Silver Bird sih? lagian memangnya kenapa kalau naik Blue Bird saja? Toh, di penjelasan awal kan si tokoh menyebutkan kalau dia nggak kaya-kaya amat. mobil bapaknya Toyota Harrier, yang saya tahu betul harga barunya sekitar 700juta (2400 cc). ya, berarti memang belum kaya-kaya amat, kalau kita bandingkan dengan mobil Putera Sampoerna, Rolls Royce Phantom yang mencapai 4miliar.
so, naik Blue Bird mestinya cukup, kan untuk anak sekolahan yang tidak perlu pengamanan khusus. lagipula kalau memang ditokohkan sebagai anak pengusaha kaya yang perlu pengawasan khusus, justru nggak akan naik taksi. ya, Michael Sampoerna saja masih dikawal 2 bodyguards setiap ke kantor.
berkenaan dengan mobil bapaknya yang Harrier ini... disebutkan juga bahwa si anak cewek yang masih kelas 1 SMA alias 15 tahun, dibelikan seunit Toyota Camry. oke, ini baru aneh... Camry dan Harrier (sama-sama 2400 cc) berbeda harga cukup tipis. Camry bandrolnya 450juta.
jadi, pantaskah kalau seorang bapak yang 'baru bisa' beli Harrier, membelikan anaknya Camry? berarti si bapak nggak ngerti mobil. seharusnya yang naik Camry itu istrinya, sedangkan si anak cukup dengan Vios saja (bila perlu, Yaris! mengingat ini anak cewek yang masih kelas 1 SMA. anaknya Jusuf Kalla saja kuliah di luar negeri nggak dikasih mobil, hehehe.... betul, kan pendapat saya?
seharusnya penulis menelusuri lebih dalam lagi tentang otomotif. saya memang sangat suka mobil, dan saya pun akan memikirkan dengan detail setiap kali akan 'memberi' mobil pada tokoh-tokoh saya. harus disesuaikan dengan tingkat ekonomi, usia, kepantasannya, dan yang paling penting... dengan realita.
4.
memang bagus untuk promosi, bila di bagian belakang sebuah buku, kita lampirkan cuplikan dari buku sekuelnya. tapi yang terjadi di sini adalah... saya malah berpikiran bahwa buku lanjutannya bakal hancur habis. kenapa?
karena penulisnya berbeda, untuk tokoh yang sama. oke, mungkin penulis A dan penulis B merasa sangat sehati. tapi coba saja anda baca sendiri, penulisannya benar-benar berbeda dan bikin buku ini terkesan nggak profesional.
apalagi ada kesalahan fatal. nama tokoh cowok yang menyebabkan pertengkaran antarsahabat, disebut Gilang. tapi pada lampiran sekuel, dikatakan namanya Raffi. halooo? kalau dalam nama saja nggak kompak, apa yakin kedua penulis itu sehati??? apa yakin pembaca percaya bahwa buku kedua akan lebih baik dari buku pertama???
itu pertanyaan saya.
==
oke, sekian review dari saya. dan buku yang saya bahas panjang lebar itu adalah:
GLAM GIRLS karya NINA ARDIANTI terbitan GAGASMEDIA.
terima kasih.

Rabu, 05 November 2008

:: 10 HAL PALING MENYENANGKAN ::

Dalam hidup pasti kita sering membuat peringkat. Dan nggak dipungkiri, ini adalah salah satu hobi saya. Setiap periode tertentu saya kerap membuat peringkat mengenai sesuatu, terutama waktu masih SMP-SMA dulu.
Idenya aneh bin lucu, semisal: "10 Cowok Terganteng Sedunia", "10 Pemain Bola Paling Oke", sampai "10 Tokoh Paling Inspiratif" dan lain-lain, termasuk "10 Barang Inceran Buat Shopping".
Topik pastinya nggak habis-habis. Adaaa ajaaa yang bisa dibuat list. Untungnya, kebiasaan lucu di masa remaja itu sepertinya nggak hanya dilakukan oleh saya. Adik saya kadang juga menuliskan peringkat-peringkat nggak penting macam itu. Bahkan tokoh utama di Princess' Diaries-novel kesukaan saya garapan Meg Cabot, juga membuat daftar-daftar sejenis itu. Hal tersebut bikin saya berpikir, mungkin banyak sekali dan hampir semua remaja di luar sana gemar membuat list.
Sekarang, tiba-tiba aja kepikiran untuk membuat list peringkat tentang hal-hal paling menyenangkan buat saya. Sekedar iseng, supaya halaman blog baru ini nggak kosong.
Untuk selanjutnya, mungkin saya akan agak sering menyelipkan daftar-daftar konyol ini untuk meramaikan blog! Hihihi....
:: 10 Hal Paling Menyenangkan (yang sudah pernah dialami) ::
(Kenapa topik ini yang dipilih? Karena dalam hidup pasti kita lebih banyak mengalami senang daripada susah-bila Anda nggak lupa untuk bersyukur. So, nggak ada salahnya kita menyebutkan hal-hal paling menyenangkan-sejauh yang bisa kita ingat. Memang, angka 10 nggak cukup untuk merepresentasikan keindahan dan kemuliaan hidup kita, tapi semoga angka 10 bisa melambangkan kebulatan yang cukup untuk menunjukkan syukur saya akan hidup....)
1. Dapat uang. Pasti, dong?! Nggak ada orang yang nggak suka dapat uang. Baik itu nemu di jalan, gajian, bonus, honor, piutang, atau apa pun.
2. Membaca surat/e-mail penggemar yang suka sama novel saya. Ya, ini adalah obat mujarab di saat saya lagi males nulis atau lagi nggak semangat. Mengetahui kalau karya kita dihargai dan disukai membuat kita merasa berguna. Bagi saya, perasaan macam itu memacu saya untuk terus berkarya dan menjadi lebih baik. Supaya bisa menghibur sesama saya di luar sana.
3. Belanja. Oke, saya memang perempuan. Dan perempuan suka belanja. Dan perempuan yang nggak suka belanja, artinya dia hanya nggak tau di mana tempat yang tepat untuk membelanjakan uangnya. Titik.
4. Makan. Saya suka sekali makan. Namun, saya masih menganut prinsip Makan Untuk Hidup, bukannya Hidup Untuk Makan, lho!
5. Naik motor dengan kecepatan tinggi. Hehe, yang ini rada gila dan membahayakan. Tapi saya suka. Yang pasti, dengan jalanan yang lapang dan nggak macet. Ini benar-benar menyenangkan dan membuat beban pikiran sementara lenyap dari sel kelabu otak saya. Rasanya fresh dan menegangkan sekaligus. Top.
6. PDKT dengan cowok keren. Hahaha. Untuk semua orang berjenis kelamin perempuan, pasti mengerti perasaan ini. Rasa ketika PDKT tentunya beda dengan waktu kita sudah jadian. Dan yang lebih menyenangkan pastilah masa PDKT ini. Penasaran, deg-degan, jaim nggak jaim, cemburu, cemas, bahagia, menunggu-nunggu, dan seterusnya....
7. Menjadi (lebih) sukses. Yap, ketika kita mencapai titik yang lebih tinggi dalam pencapaian kita akan sesuatu, tentunya kita merasa senang sekali. Pasti kita merasa adanya penghargaan untuk perjuangan kita yang sudah mulai membuahkan hasil. Luar biasa!
8. Berbicara dengan Tuhan. Bukannya munafik, tapi berdoa alias berbicara dengan Tuhan merupakan salah satu kenikmatan batin. Bukannya juga saya sudah bisa mendengar suara Tuhan langsung atau apa, tapi dengan kita bercerita kepada-Nya, dan percaya bahwa Ia mendengar, rasanya lega sekali. Memang, yang namanya anak nggak akan pernah bisa berdiri tanpa Sang Bapa.
9. Ke salon. Nggak peduli salon apa. Nggak peduli juga perawatan apa yang sedang diambil. Potong rambut, creambath, facial, apa pun deh. Yang pasti, saya suka. Rileks sekali rasanya, bisa memejamkan mata dan ada orang yang sedang melayani kita dengan baik. Hmm, andaikan saya bisa punya waktu lebih untuk main-main ke salon!
10.Berada di atas gedung dan menatap langit. Ini nggak hiperbolis. Saya memang suka sekali berdiri di puncak teratas sebuah gedung, nggak peduli cuma berlantai 4 atau berlantai 30. Yang pasti, perasaan khusus itu muncul. Perasaan yang senang karena ketika kita menengadah, atap kita adalah LANGIT. LANGIT sebidang. LANGIT yang sama dengan langit-langit yang terbentang di seluruh dunia. Ajaib sekali.
(Kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya daftar ini agak random. Hehehe....)

Senin, 06 Oktober 2008

Beautiful Bloody Night (Malam Terindah)

sepasang mata sedang mengintai mereka. mataku. tak sedetik aku berkedip, hanya karena aku tak ingin melewatkan seincipun gerakan mereka.

kueratkan cengkeramanku pada kemudi Audi A3 kakakku yang kubawa lari dengan paksa malam ini. demi untuk mengintai mereka. kubasahi bibirku sekilas karena aku merasa kering. sekujur tubuh ini kering. bahkan sampai terasa di dalam hati. sialan.

kupandang dengan getir sepasang tangan bajingan itu. ya, bajingan berwajah manis yang meluluhkan hati kekasihku yang bagai gunung es. bajingan yang didefinisikan sebagai cowok ganteng. tunggu, apa tadi? cowok ganteng? sampah. mereka semua sampah yang tidak bisa melihat.

sepasang tangannya menyentuh wajah gadisku dengan lembut. tubuh langsing kekasihku bersandar pasrah pada bodi Harrier hitam milik si bangsat itu, dan tentu saja bibir mereka bersentuhan pada detik berikutnya. kurasakan darahku memanas. tak rela bahwa bangsat itu mereguk manisnya bibir dewiku malam ini, dan malam-malam sebelumnya maupun berikutnya.

lelah, mereka menyudahi ciuman itu. setelah kekasihku masuk ke dalam rumahnya, si bangsat kembali ke mobil dan melaju pulang.

oke. inilah saatnya. malam ini memang malamku.

aku mengikuti Harrier gagah itu hingga tiba di depan sebuah rumah berpagar rendah. rumahnya. aku tahu bangsat itu adalah anak pengusaha kaya dari luar pulau jawa yang disekolahkan di jakarta. aku tahu bangsat itu tinggal seorang diri di rumah ini. ya, tentunya dengan beberapa pembantu atau tukang kebun.

aku tahu semua tentang dia. aku tahu dia dielu-elukan di sekolah. aku tahu dia dipuja bahkan oleh para guru sekalipun, karena prestasi akademiknya yang bagus. aku tahu sekolah menawarkan beasiswa dari prestasi olahraga padanya lantaran mereka merasa bahwa si bangsat itu telah mengharumkan nama busuk sekolah di berbagai kompetisi kacangan.

aku tahu bajingan itu dianggap sempurna. juga oleh gadisku.

aku turun dari mobilku. kuhampiri pagar rumahnya. dia keluar dari mobilnya dan menutup pagar, masih belum menyadari ada sesosok aku yang mendekat. dengan santai dia berbalik, melangkah ringan menuju pintu utama rumahnya.

haha. sekali lompatan membuatku melewati pagar rendah itu, mendarat beberapa meter di belakang punggung si bangsat. ia menoleh kaget. matanya yang bulat makin bulat. seperti mata anak anjing.

siapa kamu? suara si bangsat itu terdengar agak tidak tenang.

aku? kupamerkan seringai termanis yang bisa kuciptakan di wajahku. aku adalah orang yang akan menyenangkanmu malam ini.

alisnya mengerut. ia menunda keinginannya untuk masuk rumah dan berendam air panas. kini ia malah menghadapku, membuat rencanaku berjalan mulus.

kurasa aku pernah melihatmu gumam si bangsat. aku pernah melihatmu di sekolah.

tentu saja, bodoh. aku menyudahi seringaiku. hanya saja aku bukan anak populer sepertimu.

si bangsat mengangkat bahunya, seolah tak peduli dibilang populer. lalu apa maumu sekarang? ia berusaha santai, aku tahu itu.

membunuhmu, sahutku jujur dan singkat sambil mengeluarkan pisau daging besar yang kubawa kabur dengan diam-diam, tanpa ingin membuat siapapun curiga.

mata si bangsat makin besar. ia menelan ludah sambil memandang nanar ke arah pisauku yang cantik ini. kamu gila, ya? serunya.

memang, kataku. karena kamu memiliki gadisku, maka aku gila.

gadismu? ia menggelengkan kepala. ia bahkan tidak mengenalmu.

memang, lagi-lagi aku setuju padanya. ia memang belum mengenalku, tapi ia akan menjadi milikku selamanya. aku tahu itu! aku tahu semuanya! aku selalu tahu! geramanku menakutinya.

keluar dari rumahku sekarang! dasar psikopat! si bangsat mulai gemetar.

aku menikmati ini. bukannya menurut pada perintahnya, aku malah menyergapnya dan menghantamkan tubuhnya ke dinding. kututup mulutnya agar ia bungkam. ia meronta. meronta lagi. meronta lebih keras.

terimalah hukumanmu! bisikku tajam.

mata itu menangis. ia meraung dalam diam. memohon agar aku tidak melakukan apapun yang melukainya. kurasakan kakinya gemetar.

tuhan, ini adalah pertunjukan terindah yang pernah ada di muka bumi! ingin kutertawa sampai mampus rasanya.

kini seluruh tubuh laki-laki ini bergetar, ketika aku menyusuri permukaan kulitnya dengan ujung pisauku. selamat tinggal, pangeran! kataku kejam sebelum aku menjejalkan pisauku ke perutnya.

kutarik pisau itu. kujejalkan lagi. kutarik. kujejalkan di sekenanya dimanapun. asalkan kurasakan hangat darahnya mengenai tanganku yang dingin, kering.

lalu kulonggarkan jarak antara aku dan dia, membuatnya rubuh sedikit. kupandang bibirnya. yang telah mencium gadisku. sebuah seringai muncul di wajahku ketika aku menyayati bibir itu. darah menghiasi wajahnya. kini aku sadar dia memang tampan. hahaha!

aku menarik rambutnya, mencegah mayat ini makin roboh. dengan santai aku menggorok lehernya. tuhan, aku senang malam ini! aku senang! astaga, bisakah hidupku lebih indah daripada malam ini? kurasa tidak.

aku melangkah mundur. kudengar suara seseorang dari dalam rumah. secepat anak panah aku meninggalkan rumah itu. kupacu Audi kakakku menuju rumahku, dimana aku akan tidur nyenyak malam ini.

namun sebelum aku pulas nanti, aku akan menelepon kekasihku dan menceritakan apa yang telah kulakukan pada pujaannya. secara detail. hanya untuk melepas semua yang selama ini mengurungku.

aku menang malam ini. tak peduli apabila besok polisi akan menggiringku ke sel. tak peduli apabila namaku akan masuk koran dan berita kriminal.

aku hanya peduli satu hal. aku mencintai dewiku. setidaknya, aku mencintainya malam ini.

[inspired by my bloody valentine - good charlotte]